Arsip Tag: surya paloh

Sahroni Sentil AHY Kecewa Tak Jadi Cawapres Anies

Calonpresiden2024.com, Sahroni Sentil AHY Kecewa Tak Jadi Cawapres Anies – Pada tanggal 4 September 2023, Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni menyindir Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kecewa tak jadi cawapres Anies Baswedan.

Sahroni mengatakan bahwa AHY seharusnya tidak terlalu percaya diri akan menjadi cawapres Anies. Ia mengatakan bahwa belum ada perjanjian tertulis antara partai koalisi bahwa AHY akan mendampingi Anies sebagai cawapres.

“Kalau belum ada tanda tangan kedua belah pihak atau ketiga partai koalisi, secara resmi memilih cawapres,” kata Sahroni.

Sahroni juga mengatakan bahwa kekecewaan AHY dan kader Demokrat adalah wajar. Namun, ia meminta agar AHY dan kader Demokrat tidak terlalu larut dalam kekecewaan dan tetap fokus pada perjuangan partai.

AHY sendiri telah mengucapkan selamat kepada Anies dan Cak Imin. Ia mengatakan bahwa keputusan koalisi adalah hasil dari proses demokrasi yang panjang.

“Saya menghormati dan menerima keputusan koalisi,” kata AHY.

AHY juga mengatakan bahwa Partai Demokrat akan tetap mendukung Anies dan Cak Imin dalam Pilpres 2024.

Peluang Koalisi NasDem-PKS-Demokrat

Keputusan koalisi NasDem-PKS-Demokrat untuk mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai capres-cawapres 2024 telah menimbulkan sejumlah reaksi. Ada yang mendukung, ada pula yang menolak.

Mereka yang mendukung koalisi ini berpendapat bahwa Anies dan Cak Imin adalah dua sosok yang memiliki potensi untuk memenangkan Pilpres 2024. Anies memiliki elektabilitas yang tinggi di kalangan pemilih muslim, sedangkan Cak Imin memiliki basis massa yang besar di kalangan Nahdliyin.

Sementara itu, mereka yang menolak koalisi ini berpendapat bahwa Anies dan Cak Imin adalah dua sosok yang memiliki perbedaan pandangan. Anies adalah sosok yang cenderung liberal, sedangkan Cak Imin adalah sosok yang cenderung konservatif.

Perbedaan pandangan ini dikhawatirkan akan menimbulkan konflik di dalam koalisi dan akan berdampak negatif pada Pilpres 2024.

Meskipun demikian, koalisi NasDem-PKS-Demokrat memiliki peluang yang cukup besar untuk memenangkan Pilpres 2024. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Elektabilitas Anies dan Cak Imin yang tinggi.
  • Basis massa yang besar dari NasDem, PKS, dan Demokrat.
  • Pemilihan presiden yang akan dilaksanakan secara serentak dengan pemilihan legislatif.
  • Perbedaan pandangan antara Anies dan Cak Imin.
  • Polarisasi politik yang masih tinggi di Indonesia.
  • Kehadiran calon-calon lain yang juga memiliki elektabilitas yang tinggi.
  • Menyelesaikan perbedaan pandangan antara Anies dan Cak Imin. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun komunikasi dan dialog yang intensif antara kedua tokoh tersebut.
  • Membangun koalisi yang solid dengan partai-partai lain. Hal ini dapat dilakukan dengan menawarkan program dan visi yang menarik bagi masyarakat.
  • Melakukan kampanye yang efektif untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka adalah pasangan yang paling tepat untuk memimpin Indonesia.

Oleh karena itu, koalisi NasDem-PKS-Demokrat perlu bekerja keras untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut agar dapat memenangkan Pilpres 2024.

Connie Bakrie Keluar Dari Nasdem, Anies Capres, Langsung Kecewa

Warta.digital, Jakarta – Surya Paloh mengumumkan tiga nama calon presiden dari partai Nasdem. Ketua Umum NasDem Anees Baswedan, Andika Perkasa dan Ganjar Pranow memperkenalkan kader NasDem dengan pidato berapi-api.

Setelah Surya keluar dari panggung, dia bertemu dengan tokoh partai Nasdem. Sosok tersebut adalah Connie Rahakundini Bakrie, pakar pertahanan dan anggota dewan pakar partai NasDem.

Connie, yang sedang duduk di dekat Surya, berbicara dengan berbisik. Dia menunjukkan ketidaksetujuannya dengan keputusan Suriah untuk mengumumkan nama-nama tersebut.

“Bang, ini bahaya kalau Abang umumkan calon yang bukan kader partai kita,” ucap Connie membuka pembicaraan.

Menurut Connie, NasDem adalah partai besar yang diberkati kader-kader terbaik. Tidak seharusnya partai tersebut mendorong kandidat dari luar partai.

Andika, ucapnya, sosok yang paling mendingan dari tiga nama itu. Akan tetapi, Connie pun ragu mantan Panglima TNI itu akan “menjual” sebagai capres.

“Hmm …,” balas Surya.

Segera setelah itu, Surya meyakinkan Connie tentang tiga nama yang dipilihnya. Dia pikir keputusannya benar.

Connie mengaku kecewa karena pengajuannya diabaikan. Ia kembali menyatakan ketidaksetujuannya terhadap tiga nama calon presiden NasDem sehari sebelum pengumuman.

Pada Minggu 2 Oktober 2022, ia bertemu dengan sahabatnya yang juga senator NasDem Lestari Moerdijat. Kepada Rerie – Lestari Moerdijat – sapaan Connie, dia menyebut keputusan NasDem salah untuk mencalonkan nonkader sebagai capres.

Dia juga menanyakan soal tanggal pengumuman yang masih jauh dari pemilihan presiden. Pasti publik akan langsung terbelah jika partai mengumumkan calon presiden jauh-jauh hari.

Keesokan harinya, Surya mengumpulkan para petinggi Nasdem di Burj Nasdem. Anis hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka duduk berdekatan.

Surya naik ke panggung untuk menyapa kader NasDem dan staf media. Dia menyebut dukungan NasDem untuk Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Connie tidak hadir dalam pertemuan itu. Jauh-jauh hari, dia mengatakan kepada Soria bahwa dia tidak akan hadir pada pengumuman calon presiden karena NasDem tidak memiliki kader sendiri.

“Begitu capres NasDem diumumkan, jelaslah langsung kecewa,” ungkap Connie.

Ia melanjutkan, “Bukan soal Anies atau bukan Aniesnya, tetapi soal waktu yang terlalu dini dan juga tentang sosok nonkader.”

1. Hengkang dari NasDem

Minggu, 2 April 2023, Connie mengawali hari lebih dini. Ia bangun pukul 02.00 WIB untuk sahur.

Usai menyantap makanan, Connie tak langsung istirahat kembali. Perseteruan dengan sejumlah petinggi NasDem beberapa hari terakhir masih menggelayut di pikirannya.

Sekitar dua hari sebelumnya, beberapa petinggi NasDem mempermasalahkan video Connie yang memberi semangat ke kader-kader PSI. Melalui grup WhatsApp, mereka mempertanyakan identitas Connie di partai.

Itu bukan kali pertama Connie jadi bahan cibiran elite NasDem karena bergaul dengan partai lain. Ia pernah ditegur karena hadir di perayaan hari ulang tahun ke-50 PDIP di JI Expo Kemayoran, Jakarta.

Connie menjelaskan ia hadir sebagai satu dari lima akademisi yang diundang PDIP. Ia mengenakan kemeja merah hanya untuk menghargai tuan rumah. “Mereknya Zara kok, enggak ada logo partainya.”

Baca Juga : Viral! PDIP Kota Blitar Deklarasi Anies Baswedan Capres 2024, Ini Faktanya

Connie pun gerah menjadi gunjingan partai sendiri. Dia protes melalui grup WhatsApp dan meminta penjelasan petinggi Dewan Pakar Partai NasDem. Tak ada balasan.

Ia pun memutuskan untuk hengkang. Setelah sahur, Connie mengambil gawainya. Ia tulis surat pengunduran diri.

“Saya kirimkan surat pribadi saya untuk Pak Surya ke Mbak Dini karena Bapak sedang di Eropa. Mbak Dini itu sekretaris Pak Surya, kemudian saya juga kirimkan ke grup WhatsApp Dewan Pakar,” ucapnya.

Setelah itu, ia langsung meninggalkan beberapa grup papan atas di NasDem. Menurutnya, keputusan itu diambil karena lelah diperlakukan tidak adil.

2. Ucapan Connie Tak Ditanggapi

Ia sangat heran mengapa ia duduk di Anggota Dewan Pakar Partai NasDem. Connie bahkan tidak berstatus kader partai.

Namun, dia tetap menghargai penunjukan itu untuk menghormati Suriah. Ia kerap memberikan masukan kepada Surya dan elit NasDem terkait kebijakan.

Namun, masukan Connie kerap ditemui akhir-akhir ini. Misalnya, ketika disarankan agar Johnny G. Kontribusinya terhadap pencalonan Anis juga tidak dipertimbangkan.

“Tapi kan tetap akhirnya masukan-masukan tersebut tidak ditanggapi,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali merespons pernyataan Connie dengan cibiran. Dia menyebut Connie tak paham filosofi pendirian Nasdem.

“Kalau dia (Connie) bicara seperti itu, menunjukkan kebodohan dia, menandakan dia bukan kader partai,” ucap Ali saat, Rabu (12/4).

Ali menilai tak ada masalah bila NasDem mengusung Anies, Andika, ataupun Ganjar sebagai capres. Dia berkata NasDem didirikan bukan untuk kader partai, tetapi untuk semua anak bangsa.

Ia berkata pemilihan Anies sebagai capres justru bentuk kejujuran seorang Surya Paloh. Surya, ucapnya, mengakui ada sosok di luar partai yang berintegritas dan punya kapasitas untuk difasilitasi menjadi seorang presiden.

“Catat ya, Connie itu bukan anggota Partai NasDem. Dia anggota kehormatan yang ditunjuk dan tidak ber-KTA (kartu tanda anggota partai),” ujar Ali.

Calonpresiden2024.com telah berupaya menghubungi Lestari Moerdijat untuk meminta konfirmasi dan tanggapan atas pernyataan Connie. Namun, ia tak merespons hingga berita ini diterbitkan.

3. Ramai-ramai hengkang usai Anies capres

Bukan hanya Connie yang keluar dari NasDem setelah Anies Baswedan diumumkan sebagai calon presiden. Sejumlah kader senior partai memutuskan mundur.

Niluh Djelantik, Ketua Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Partai NasDem, mengundurkan diri tak lama setelah pengumuman Nasdem Anies. Hal itu ia umumkan di akun Twitternya.

Niluh mengatakan dia tidak punya masalah dengan Anies. Ia pernah mendukung Anis saat menjadi tim pemenangan Jokowi dan menjadi menteri.

Namun, Niluh mengangkat memori politik identitas pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Ia tidak setuju dengan polarisasi yang terjadi di Jakarta.

Anies menjadi juara Pilkada 2017 usai mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Salah satu isu sentral dalam pilkada adalah penistaan ​​agama terhadap Ahok.

“Mungkin bukan dia (Anies yang melakukan), tetapi dia (terkesan) menikmati momen itu,” ucap Niluh, 7 Oktober 2022.

Baca Juga : 

Niluh mengaku tetap menghargai keputusan NasDem. Dia menyebut NasDem sebagai “rumah yang mulia dan indah”. Akan tetapi, ia tetap keluar dari partai itu karena tak sepakat dengan pencalonan Anies.

Elite NasDem lainnya yang keluar usai pencapresan Anies adalah Ketua DPW Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (Garpu) NasDem Sulawesi Utara (Sulut) Fredriek ‘Didi Roa’ Lumalente.

Wakil Ketua Bidang Hubungan Eksekutif di DPW NasDem Bali Anak Agung Ngurah Panji Astika juga membuat keputusan serupa.

Keduanya tak sejalan dengan keputusan NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim pernah menegaskan NasDem tak kehilangan kader usai usung Anies jadi capres. Menurutnya, jumlah anggota NasDem justru bertambah.

“Seperti istilah atau pepatah mati satu tumbuh seribu dan esa hilang, seribu terbilang,” ucap Hermawi, 6 Oktober 2022.

Anies Baswedan Semringah Jadi Capres Partai Nasdem

Calonpresiden2024.com, JAKARTA – Partai Nasional Demokrat (NasDem) resmi mengumumkan capres 2024. Tokoh Gubernur DKI Jakarta Anees Baswedan telah dilantik sebagai calon presiden untuk mengikuti pemilihan presiden 2024 mendatang.

Pengumuman dilakukan di Nasdem Tower, Gundangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Anees Baswedan datang ke Naseem Tower di Jakarta Pusat. Ia datang sekitar pukul 09.30 WIB dengan mengenakan jas hitam.

Dua orang kader Nasdem menyambut baik kedatangan Anis. Saat memasuki Burj Al Naseem, Anees tampak bersemangat dan terus tersenyum serta melambaikan tangan kepada awak media. Tapi dia tidak mengatakan sepatah kata pun.

Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai Nasdem menjelaskan mengapa dirinya mengangkat nama mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sebagai calon presiden.

“Kenapa Anies Baswedan? Why not the best,” ucap Surya dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan riuh kader lainnya. 

Surya Paloh juga meyakini Indonesia menjadi negara yang bermartabat jika Anies terpilih menjadi Presiden RI. 

“Kami ingin menitipkan perjalanan bangsa ini ke depan bangsa ke depan, insya Allah jika saudara Anies Rasyid Baswedan terpilih jadi presiden nanti, pimpinlah bangsa ini jadi bangsa yang lebih bermartabat, bangsa yang mampu membentuk karakter daripada bangsa ini sejatinya,” ujarnya.

Surya mengungkapkan pembangunan bangsa Indonesia tidak hanya dilakukan melalui aspek fisik semata melainkan pembangunan karakter. 

“Itu diperlukan dan akan kita perlukan yang tidak kalah lagi diperlukan adalah nation and character building membangun karakter bangsa,” ungkapnya.

Adapun beberapa petinggi Partai Nasdem yang tampak hadir di lokasi, yakni Surya Paloh, Ahmad Sahroni, Taufik Basari, Saan Mustopa, Syahrul Yasin Linpo, Rachmat Gobel, Lestari Moerdijat, Ahmad Ali dan lainnya. 

Surya Paloh juga mengatakan mantan Anies merupakan terbaik dari yang terbaik.

“Inilah mengapa akhirnya Nasdem memilih sosok Anies Baswedan. Kami mempunyai keyakinan-keyakinan, pikiran-pikiran dalam perspektif baik secara makro maupun mikro, sejalan dengan apa yang kami yakini,” kata Paloh.

Seusai dideklarasikan sebagai capres oleh Partai Nasdem, Anies Baswedan mengaku sudah mempersiapkan apa yang hendak ia capai jika ia terpilih menjadi presiden. Hal tersebut berkaitan dengan pembangunan Indonesia ke depan. 

Anies Baswedan melihat pembangunan Indonesia terus berkesinambungan dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan lainnya. Sehingga ia merasa bertanggung jawab untuk melanjutkannya.

“Pembangunan Indonesia berjalan amat panjang dan berkesinambungan dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya. Itu nature procces pembangunan oleh bangsa Indonesia,” ujarnya.

“Kita lihat ini sebagai continuity and change. Itu yang dipesan ketum, bicara ke depan dan insha Allah itu yang akan dipegang,” tambahnya.

Anies mengatakan pihaknya menerima amanah yang diberikan Nasdem untuk maju dalam pilpres mendatang. 

Baca Juga : Anies Baswedan Siap Jadi Capres 2024, Bagaimana Persaingannya?

“Bismillah kami terima kami siap jalan bersama,” kata Anies.

Anies menuturkan pihaknya bersedia meneruskan pembangunan yang ada di Indonesia apabila terpilih menjadi presiden. 

“Ketika Bang Surya dan teman-teman di Nasdem mengajak kami untuk berjalan bersama meneruskan pembangunan di republik ini, memperbaiki yang kurang, menuntaskan yang belum, dengan memohon ridho allah SWT, dengan segala kerendahan hati, bismillah kami terima dan siap menjawab tantangan itu,” ujarnya. 

Berdasarkan pantauan calonpresiden2024.com, Anies menilai ketika calon presiden diumumkan, dirinya telah menyelamatkan reli partai Nasdem . Ia menyanyikannya saat pengumuman calon presiden RI, Nasdem Tower, Jakarta Pusat.

Anis perlahan mengikuti jalannya. Mulutnya tidak terlalu lebar. Tatapannya tetap tajam ke arah awak media. Sambil mengenakan jas hitam, Anees berdiri di samping Ketua Umum Partai Nasdem , Surya Paloh.

Mars dinyanyikan untuk Nasdem setelah lagu kebangsaan Indonesia raya. Di belakang Anies dan Surya terlihat banyak elit partai Nasdem. Ada Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, Taufik Basari, San Mostopa, Syarul Yasin Linpo, Rachmat Gobel, Lestari Moerdijat, Ahmad Ali dan lain-lain.

Jamiluddin Ritonga, pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul menjelaskan, setidaknya ada tiga faktor yang membuat Pemprov DKI Jakarta menjadi orang pertama yang diusung Surya Paloh cs. Faktor pertama adalah hubungan Anees Baswedan dengan Nasdem, kata Jamiluddin.

“Anies menjadi salah satu pendiri Nasdem saat masih menjadi Ormas,” kata Jamiluddin.

Dengan begitu, kata dia, Anies dianggap memahami visi dan misi partai Nasdem, termasuk semangat restorasi yang digaungkan partai tersebut. “Oleh karena itu, Anis dinilai sudah paham betul apa yang dimaksud dengan partai Nasdim,” ujarnya.

Faktor kedua, elektabilitas Anies yang secara konsisten berada di posisi tiga besar dalam jajak pendapat yang dilakukan beberapa lembaga, merupakan upaya yang baik bagi Nasdem untuk mempromosikan pendiri Indonesia Mengajar. Memang, kata Jamiluddin, elektabilitas Anies cenderung terus meningkat meski belum mencalonkan diri sebagai capres.

Dengan begitu, kata dia, Anies dianggap memahami visi dan misi partai Nasdem, termasuk semangat restorasi yang digaungkan partai tersebut.

“Oleh karena itu, Anies dinilai sudah paham betul apa yang dimaksud dengan partai Nasdem,” ujarnya.

Faktor kedua, elektabilitas Anies yang secara konsisten berada di posisi tiga besar dalam jajak pendapat yang dilakukan beberapa lembaga, merupakan upaya yang baik bagi Nasdem untuk mempromosikan pendiri Indonesia Mengajar. Memang, kata Jamiluddin, elektabilitas Anies cenderung terus meningkat meski belum mencalonkan diri sebagai capres.

“Karena itu, Nasdem tampaknya sangat yakin akan mudah untuk mendongkrak elektabilitas Anies lebih tinggi lagi. Anies dinilai sosok yang punya nilai jual tinggi sehingga akan mudah mengemasnya dan dikampanyekan ke khalayak luas,” kata dia.

Terakhir, faktor ini datang dari peran Jusuf Kalla (JK). Menurut Jamiluddin, JK tampaknya telah membujuk Surya Paloh untuk menghamili Anees dan memenangkan pemilihan presiden 2024. Apalagi, Surya Paloh dan JK memiliki hubungan dekat yang diyakini mengikuti sarannya.

Ia mengatakan, pekerja dari JK itu akan mendorong Partai Demokrat dan PKS untuk segera mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden.

“Jadi, peran besar JK dalam mengusung Anies menjadi capres tampaknya sangat besar. JK tampaknya mampu menjadi fasilitator dan dinamisator dengan Nasdem, Demokrat, dan PKS untuk mengusung Anies,” tukas dia.

Jika Membahas Capres-Cawapres, Megawati Ogah Bertemu Paloh

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengisyaratkan bahwa Ketua Umum (Ketum) partainya Megawati Soekarnoputri bersedia bertemu dengan Surya Paloh jika Ketua Umum Partai NasDem itu ingin dialog dalam rangka kepentingan bangsa dan negara. Namun, Megawati akan menolak bertemu dengan Paloh jika hendak membahas soal bakal calon presiden (capres) dan calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024.

“Kalau dialog dalam rangka kepentingan bangsa dan negara, PDI Perjuangan selalu welcome. Kalau dialog dalam konteks capres-cawapres, sepertinya ada perbedaan,” ujar Hasto di sela-sela acara Karnaval Perjuangan HUT ke-50 PDIP di Lebak, Banten, Minggu (19/2).

Hasto mengatakan hal itu menanggapi Surya Paloh yang mengaku ingin mengagendakan pertemuan dengan Megawati. Sebelumnya, pertemuan elite Nasdem dengan PDIP hanya melibatkan Hasto dan Ketua DPP PDIP sekaligus putri Megawati, Puan Maharani.

“Apalagi Pak Anies berulang kali disebut antitesa dari Pak Jokowi sehingga pasti berbeda,” imbuh Hasto.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang sudah dideklarasikan oleh Surya Paloh sebagai bakal capres yang akan mereka usung pada Pemilu 2024. Hasto mengatakan bahwa partainya menghormati langkah tersebut sebagai kedaulatan partai politik.

Namun, ia menegaskan, kriteria bakal capres 2024 yang diusungawati di dalam pidato ulang tahun PDIP ke-50 menyebutkan bahwa capres PDIP berasal dari kader partai.g PDIP berbeda dengan Anies sebagai bakal capres dari Nasdem. Salah satunya, bakal capres 2024 dari PDIP berasal dari internal partai politik berlambang banteng itu. 

“Sehingga dalam konteks seperti itu, calon yang diusung Nasdem dan calon yang diusung PDIP dari indikator-indikator dalam sambutan ketum sepertinya berbeda,” kata Hasto.

“Nasdem kan kemudian telah mengusung Bapak Anies Baswedan sebagai calon presiden dari Nasdem, kemudian Bu Megawati Soekarnoputri dalam pidato ulang tahun partai menegaskan calon presiden dari partai PDIP berasal dari kader partai,” ujar Hasto.

Baca Juga : Calon Presiden 2024 yang Akan Lanjutkan IKN 

Hasto mengungkapkan, rencana dialog Megawati dengan Surya Paloh tentunya pihaknya akan menunggu kode-kode yang akan disampaikan Surya Paloh tersebut.

“Dalam perspektif apa dialog tersebut akan dilakukan. Kalau dialog dalam rangka kepentingan bangsa dan negara, PDIP selalu welcome,” tegas Hasto.

Sebelumnya Surya Paloh mengaku bahwa meski ingin bertemu dengan Megawati, dia belum mengatur waktu pertemuan itu. Paloh mengaku ingin lebih dulu melihat sikap Megawati sambil melempar “kode”.

“Saya pikir keinginan untuk itu sih ada saja. Tinggal atur saja. Kita kasih kode-kode dulu. Barangkali bagaimana, kapan Bu Mega ada waktu yang baik?” kata dia di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (1/2).

Paloh berharap, keinginannya tersebut dapat disambut baik oleh Megawati.

“Mudah-mudahan suasana kebatinannya sama, harapan penerimaan sama. Jadi jelas, (niat) ada. Itu intinya,” ujar dia.

Surya Paloh Temui Jokowi di Istana Bahas Bakal Calon Presiden 2024

Calonpresiden2023.com – Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad Saroni mengkonfirmasi bahwa adanya pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Palong dengan Presiden Jokowi Dodo (Jokowi) di Istana Negara pada Kamis (28/01/2023) sore.

“Iya, kemarin sore saya dengar,” kata Sahroni saat dikonfirmasi kabar pertemuan Paloh dan Jokowi, Jumat (28/1/2023).

Sahroni mengaku, ia belum mengetahui rincian dari pertemuan tersebut. Namun demikian, agenda pertemuan kedua tokoh itu dilakukan secara mendadak.

“Mendadak juga di Istana,” kata Sahroni.

Kendati demikian belum mengetahui detail isi dan tujuan dari pertemuan Paloh dengan Jokowi, namun Ahmad Sahromi berkeyakinan bahwa pertemuan keduanya terkait pada hal-hal  positif.

“Feeling saya pasti positif karena sudah dipanggil,” kata Sahroni. Hubungan antara Partai NasDem sebagai salah satu pendukung pemerintahan sempat diisukan retak akibat deklarasi dukungan terhadap Anies Baswedan para Pemilu 2023 mendatang.

Baca Juga : Jokowi Dukung Yusril Jadi Calon Presiden 2024, Begini Reaksi Yusril!

Pada akhir tahun lalu, Sekretaris Jenderal Pro Jokowi (PROJO), Handoko menduga, dinamika hubungan politik antara dengan Surya Paloh memang bersumber dari deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden partai tersebut.

Sementara, Presiden Jokowi hingga saat ini belum menunjukkan dukungannya kepada salah satu bakal calon presiden 2024.

Pada beberapa kesempatan, Jokowi memang memperlihatkan dukungannya kepada Prabowo Subianto, Ganjar hingga Yusril Ihza Mahendra.

Tetapi, belum ada satupun yang mendapatkan dukungan Jokowi secara gamblang. Pertemuan keduanya memunculkan berbagai dugaan, salah satunya berkaitan dengan manuver politik jelang Pilpres pada 2024 nanti.